Minggu 7 Juni 2026 - 23:43
Serangan Rezim Zionis ke Beirut Selatan Merupakan Pelanggaran Terang-terangan terhadap Gencatan Senjata

Hawzah/ Hujjatul Islam wal Muslimin Muhammad Estavarmimandi, dengan merujuk pada tuntutan publik dalam mendukung Perlawanan Islam Lebanon, mengatakan: Salah satu tuntutan penting dan serius rakyat Iran yang mulia—yang tercermin dalam berbagai aksi massa, pawai, dan kehadiran publik—adalah dukungan terhadap Hizbullah Lebanon serta mencegah agar gerakan perlawanan ini tidak dibiarkan sendirian menghadapi agresi rezim Zionis.

Berita Hawzah – Dalam wawancara dengan wartawan Berita Hawzah, ia menyinggung agresi terbaru rezim Zionis terhadap wilayah selatan Beirut dan menyatakan: Serangan rezim pelanggar perjanjian dan pengingkar janji ini ke Beirut Selatan, meskipun telah ada kesepakatan pasca-gencatan senjata yang menegaskan tidak boleh ada serangan terhadap kota Beirut dan kawasan permukiman di sekitarnya, merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian gencatan senjata.

Rezim Zionis tidak pernah berkomitmen pada perjanjian dan kewajibannya

Juru bicara Markas Perang Gabungan “Balagh Mobin” Hawzah Ilmiyah menambahkan: Setelah syahidnya Sayyid Hassan Nasrallah dan menyusul kesepakatan gencatan senjata antara Hizbullah Lebanon dan rezim Zionis yang dimediasi oleh Amerika Serikat, diharapkan para pihak yang bersepakat mematuhi komitmen mereka. Namun, tindakan rezim Zionis menunjukkan bahwa rezim ini tidak pernah berpegang pada isi perjanjian dan komitmen internasional.

Berlanjutnya pelanggaran gencatan senjata dan meningkatnya korban jiwa di Lebanon

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Sosial dan Politik Hawzah Ilmiyah itu menyatakan bahwa dalam rangkaian agresi rezim Zionis, sejumlah komandan dan warga Lebanon telah gugur. Ia menegaskan: Pada masa yang seharusnya diwarnai oleh gencatan senjata dan suasana hening militer di kawasan, kita berulang kali menyaksikan pelanggaran perjanjian tersebut oleh rezim Zionis.

Ia melanjutkan: Apa yang kini semakin jelas bagi opini publik dunia adalah bahwa baik Amerika sebagai mediator perjanjian ini maupun rezim Zionis tidak memiliki komitmen nyata terhadap kewajiban dan ketentuan gencatan senjata, dan berulang kali melalui tindakan mereka telah menginjak-injak isi kesepakatan tersebut.

Tidak dapat dipercayanya komitmen Amerika dan rezim Zionis

Ustad hawzah tersebut menegaskan: Pengulangan serangan dan agresi militer dalam kondisi di mana perjanjian gencatan senjata masih berlaku menunjukkan tidak kredibelnya klaim pihak lawan mengenai penghormatan terhadap perjanjian dan komitmen internasional, serta sekali lagi menyingkap watak pengingkar janji rezim Zionis di hadapan dunia.

Rezim Zionis hanya memahami bahasa kekuatan

Hujjatul Islam wal Muslimin Estavarmimandi menekankan perlunya menghadapi tindakan rezim Zionis secara serius dan menyatakan: Pengalaman beberapa tahun terakhir dengan jelas menunjukkan bahwa rezim pendudukan Al-Quds hanya memahami bahasa kekuatan dan ketegasan, dan dalam menghadapi setiap bentuk kelunakan atau sikap pasif, justru memperluas lingkup agresi dan kejahatannya.

Juru bicara Markas Perang Gabungan “Balagh Mobin” Hawzah Ilmiyah menambahkan: Dalam kondisi seperti ini, tugas kelompok-kelompok perlawanan dan seluruh elemen Front Perlawanan adalah menjaga persatuan, kohesi, dan sinergi, serta memberikan respons yang tegas, bersifat pencegah (deterrent), dan setimpal terhadap tindakan agresif rezim Zionis, agar rezim tersebut semakin menyadari besarnya biaya dari perilaku permusuhannya.

Modal strategis Front Perlawanan

Hujjatul Islam Estavarmimandi, dengan menyinggung kemampuan angkatan bersenjata Republik Islam Iran dan Front Perlawanan, menyatakan: Kecerdasan para komandan, kesiapsiagaan angkatan bersenjata, keberanian, keteguhan, ketahanan, dan kesabaran strategis para pejuang perlawanan merupakan modal berharga dalam menghadapi ancaman musuh-musuh Islam dan bangsa-bangsa di kawasan.

Ia menegaskan bahwa para pejabat militer dan komandan Poros Perlawanan, dengan mempertimbangkan seluruh dimensi lapangan dan politik, tanpa ragu akan mengambil keputusan yang diperlukan, dan rakyat Iran juga akan mendukung setiap keputusan yang sejalan dengan pembelaan terhadap keamanan, kehormatan, dan kepentingan dunia Islam serta Front Perlawanan.

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha